Hingga Oktober 2020, Sepanjang 2.303,8 KM Jalan Tol Telah Beroperasi

Jakarta,HIMPERRA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot pembangunan 64 proyek jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ( PSN). Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden ( Perpres) No. 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, Pemerintah menargetkan pembangunan 2.724 kilometer jalan tol baru di seluruh Indonesia hingga tahun 2024. Dengan demikian, total panjang seluruh ruas jalan bebas hambatan di seluruh Indonesia akan mencapai panjang 4.817 kilometer.

Hingga Oktober, sepanjang 2.303,8 kilometer jalan tol telah beroperasi atau dengan tambahan 310 kilometer tol baru diresmikan. Target tersebut demi menurunkan waktu tempuh rata-rata per 100 kilometer yang berdampak pada penurunan biaya logistik.

“Dari analisis yang kami lakukan, waktu tempuh saat ini berada pada kisaran 2,3-2,5 jam per 100 kilometer. Dalam target jangka panjang diharapkan dapat turun menjadi 1,5 jam per 100 kilometer,” tutur Hedy dalam siaran persnya.

Hedy mengungkapkan, konstruksi 11 ruas tol baru sepanjang 125 kilometer akan tuntas hinga akhir Desember 2020. Jalan tol tersebut yaitu, Cimanggis-Cibitung Seksi IA (Cimanggis-Jatikarya) sepanjang 3,17 kilometer dan Ujung Pandang Seksi 3 (AP Pettarani) sepanjang 4,3 kilometer ditargetkan selesai konstruksi minggu ketiga Oktober.

Kemudian, Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1, 2, dan 3 (Krian-Bunder) dengan panjang 29 kilometer ditargetkan selesai konstruksi pada minggu keempat Oktober.

Lalu, Balikpapan-Samarinda Seksi 1 (KM 13-Samboja) dengan total panjang 22 kilometer dan Cinere-Serpong Seksi 1 (SS Serpong-SS Pamulang) sepanjang 6,5 kilometer ditargetkan tuntas konstruksi pada November 2020.

Sementara konstruksi tol yang rampung pada Desember diantaranya, Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis) 3 kilometer, Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 Tahap 1B (Jakabaring-SS Kramasan) 9 kilometer, Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung-Gabus Indah) 13,52 kilometer. Cengkareng-Kunciran sepanjang 14,19 kilometer; Medan-Binjai Seksi 1 Segmen 1B-1D Jl Veteran-Tj Mulia 3,52 kilometer, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1 (koneksi toll to toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Pasar Gembrong) & 2A (Jaka Sampurna-Kayuringin) 5,71 kilometer.

Saat ini, sebanyak 14 ruas tol dari 64 proyek tol PSN kini telah beroperasi penuh dan 10 ruas lainnya masih beroperasi sebagian.

“Sementara 26 ruas sedang dalam tahap pengerjaan fisik dan 14 ruas sisanya masih dalam tahap perencanaan,” lanjut Hedi.

Hedy mengungkapkan, terdapat 9 usulan PSN baru jalan tol yang sedang dalam proses, dimana 4 ruas dimasukan ke dalam penambahan lingkup PSN sebelumnya dan 5 usulan PSN adalah ruas baru. Berdasarkan data, sebanyak 4 ruas jalan tol yang akan ditambahkan dalam lingkup PSN sebelumnya yaitu, ruas Ngawi-Kertosono-Kediri, Bogor Outer Ring Road ( BORR), Depok-Antasari (Desari), dan Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo.

Sedangkan 5 jalan tol baru yang diajukan sebagai PSN yaitu ruas Gedebage -Tasikmalaya-Cilacap (206,65 kilometer), Akses Pelabuhan Patimban (37,70 kilometer), Semarang Harbour Toll Road (21,03 kilometer), Maros-Sungguminasa-Takalar (48,12 kilometer), dan Samarinda-Bontang (94 kilometer) . Selain penambahan usulan jalan tol, terdapat ruas yang akan dikeluarkan dari daftar PSN yakni, Tol Palembang-Tanjung Api-api.

Sumber: Kompas.com

Respond For " Hingga Oktober 2020, Sepanjang 2.303,8 KM Jalan Tol Telah Beroperasi "

eleven + 8 =

Skip to toolbar